Rabu, 11 Oktober 2017

5 Keuntungan dari Hubungan Pengembang dan Agen Properti bagi Masyarakat Luas


Kota Jakarta masih jadi kota dengan banyak penduduk dan berbanding dengan jumlah properti yang dibangun maupun terjual. Banyak rumah dijual di Jakarta yang ludes ribuan unit dalam jangka setahun. Angka tersebut tentu merupakan angka yang tidak sedikit. 

Hal ini tidak lain disebabkan karena hubungan pengembang dan agen properti yang semakin akrab. Adanya simbiosis mutualisme itu, masyarakat luas akan banyak dapati keuntungan. Keuntungan tersebut bisa Anda simak secara sederhana 

1. Rumah Idaman Jadi Mudah Dicari

Bila pengembang properti berjalan sendiri, hasilnya tentu tidak maksimal. Mereka butuh pihak ketiga untuk memuluskan tujuannya. Jadi, tugas pengembang tinggal bikin rumah yang keren dan layak huni. Soal pemasaran sudah ada yang tanggung.

Fenomena inilah yang membuat kantor agen properti kian menjamur. Bagi pengembang, tidak mungkin mereka akan melepaskan rumah yang terbangun dengan penjualan sistem kredit. Sementara biaya material untuk pengerjaan properti berikutnya tergolong besar.

Kehadiran agen properti seperti angin segar bagi para pengembang. Datangnya agen properti bisa berasal dari pihak bank, maupun agen yang independen. Para agen itulah yang membeli properti dalam jumlah banyak. Kemudian disalurkan ke masyarakat luas dengan berbagai metode penjualan.
Maka tak heran, kalau Anda mendapati pilihan rumah yang berlimpah mudah dicari. Terutama di website yang khusus untuk menjual rumah. Dalam hal ini, Anda berhubungan dengan para agen. Jadi, sistem kredit murah juga bisa Anda dapatkan. Berbeda saat ketika beli langsung dari pengembang.

2. Pemantauan Pembangunan Rumah sudah Ditanggung

Inilah bedanya ada agen atau tidak saat pembangunan rumah. Penjualan properti tidak selalu tentang kawasan sudah jadi. Justru saat Anda membeli rancangan rumah alias belum jadi, harganya sangat fleksibel. Dengan kata lain, bisa disesuaikan dengan budget Anda.

Sementara saat Anda menggunakan agen properti, pengawasan bangunan sudah ditanggung. Anda tinggal fokus pada urusan sehari-hari saja. Terutama kalau Anda sama sekali tidak mengerti soal desain rumah. Umumnya, agen properti sudah punya tim lengkap. Jadi hampir dipastikan pengerjaan lebih sempurna.

3. Prospek Jangka Panjang sudah Dikalkulasikan oleh Agen

Rumah dengan prospek jangka panjang masih sering diburu. Tentu saja, karena hunian itu akan ditinggali dalam waktu lama. Kalau merugikan dari segi psikis dan jauh dari agenda bisnis, maka sudah pasti tidak ada gunanya. Tujuan orang membeli rumah dijual di Jakarta tentunya untuk keperluan bisnis.

Namun, berkat adanya agen, Anda tidak perlu repot-repot lagi memastikan rumah dibangun di kawasan potensial atau tidak. Secara tidak langsung, agen properti merangkap tugas yang banyak dalam satu pekerjaan. Salah satunya jadi manajer investasi untuk Anda.

Agen propertilah yang akan mengkalkulasikan keuntungan dan kerugian akibat pembangunan dan pembelian rumah. Tentu saja analisa itu bersifat objektif. Tidak asal hitung atau pakai ilmu cocoklogi. Perhitungan yang semakin detail, maka sudah ada jaminan kalau agen yang Anda pilih memang berpengalaman.

4. Tren Rumah Baru Sering Diperbarui

Umumnya, agen properti tidak hanya bekerja sama dengan satu pengembang saja. Kalau satu saja kemungkinan besar rugi banyak. Meskipun promosi yang dilakukan sangat masif, tetapi tetap saja tidak akan berjalan maksimal. Jadi mereka butuh sebanyak mungkin kerja sama dengan para pengembang.

Jadi, saat informasi sampai ke hadapan masyarakat akan lebih kaya dan bervariasi. Rumah-rumah lama dan baru akan terus diperbarui di laman penjualan mereka. Masyarakat jadi bebas mau pilih yang mana. Tidak harus melihat rumah yang itu-itu saja.

Pembaruan laman informasi rumah yang dijual secara langsung juga dipengaruhi oleh tren global. Properti via global jauh lebih cepat perkembangannya. Ide-ide kreatif hingga ide tak biasa akan banyak bermunculan. Masyarakat selalu mengarah ke sana dalam pertimbangan sebelum memutuskan untuk beli rumah.

5. Simulasi Kredit Rumah Murah Semakin Beragam

Rumah yang dijual secara kredit jauh lebih banyak daripada yang tunai. Soalnya, tidak mungkin bagi kalangan bawah punya dana sebesar itu. Sementara rumah yang dijual hampir pasti pada kisaran lebih dari 100 juta. Untuk itulah kehadiran program kredit murah harus selalu digaungkan. Kalau tidak ingin mati cepat.

Para pengembang dulu sangat merisaukan fakta itu. Tapi, setelah bekerja sama dengan agen properti, kerisauan itu sudah ditanggung. “Win-win solution”, begitu mereka menyebutnya. Varian kredit rumah tinggal diurus oleh agen properti. Mau gaya apa terserah.

Tapi, meskipun sudah ada agen properti, masyarakat masih bisa kok beli via pengembang langsung. Meskipun jarang sekali. Jadi, jauh lebih simpel kalau Anda beli rumah dijual di Jakarta versi jadinya saja. Tidak perlu pusing masalah pembangunan. Tapi tinggal menempatinya sebebas mungkin

0 komentar:

Posting Komentar