Selasa, 03 Oktober 2017

Mendeteksi Hal-Hal Yang Menyebabkan Gangguan Pertumbuhan Anak dan Penanganannya

Anak memiliki masa depan yang panjang. Anak akan menjadi generasi penerus yang akan menjalankan semua hal di masa depan, sehingga sebisa mungkin kita harus melakukan yang terbaik untuk anak. Penting juga untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak agar kita tahu faktor terkecil yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

Sejak lahir anak sudah mempercayakan kehidupannya kepada orangtua. Orangtua harus mendidik anak dengan sebaik mungkin sehingga tumbuh kembangnya akan menjadi tumbuh kembang normal layaknya anak-anak yang lainnya. Kedekatan orangtua dan anak tidak akan pernah lekang termakan masa, untuk itulah sejak awal orangtua harus menjadi orangtua yang siaga, yakni bisa mendeteksi gangguan tumbuh kembang anak saat proses pengasuhan. Jangan menunggu hal-hal buruk yang terjadi, karena akan menjadi sebuah kebiasaan yang sangat sulit untuk dihilangkan. 

Berikut adalah beberapa macam gangguan tumbuh kembang anak dan cara mengatasinya :

1.    Gangguan bicara

Sesuai dengan usianya, anak seharusnya sudah bisa bicara. Biasanya adalah di usia 7 bulan, anak akan mulai mengenal suku kata “ma”, “ba”, atau yang lainnya. Namun ternyata di usia itu, anak masih belum memulai untuk berbicara. Untuk itulah deteksi dini tumbuh kembang anak ini harus segera dilakukan untuk mengetahui apa penyebabnya. Apakah karena adanya gangguan organ atau memang kurangnya stimulasi.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan stimulasi sesuai dengan faktor penyebabnya, berkonsultasi dengan dokter ahli, atau memberikan perlakukan khusus kepada anak untuk menumbuhkan semangatnya dalam belajar bicara.

2.    Lambat jalan

Di atas 1 tahun, seharusnya anak sudah bisa belajar berjalan. Anak sudah bisa mengambil posisi seimbang untuk berjalan. Sehingga di usia 1, 5 tahun setidaknya anak akan bisa berjalan dengan lancar. Namun jika masih belum bisa berjalan, maka faktor yang kemungkinan menyebabkannya adalah karena kekuatan otot kaki. Atau memang anak masih akan mengalami fase merangkak terlebih dahulu dalam waktu yang lama.

Namun bisa juga faktor penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi orangtua dan anak dengan sebayanya. Jika berinteraksi dengan sebayanya dan mereka sudah bisa berjalan, maka stimulasi untuk berjalan pun akan didapatkan. Cara mengatasinya pun masih sama, yaitu dengan berkonsultasi dengan dokter anak dan melakukan pembelajaran dini kepada anak agar bisa berlatih berjalan.

3.    Autism

Inilah deteksi dini tumbuh kembang anak yang paling diperhatikan. Jangan sampai sudah parah dan tidak bisa ditangani lagi. Autisme ini kemungkinan adalah faktor genetic atau faktor alami yang kompleks. Karena gejala ini kemungkinan sudah dibawa sejak lahir. Namun jangan berkecli hati, tetap perlakukan anak sperti anak-anak normal lainnya. Jangan dibedakan dan harus didampingi oleh para ahli. 

Banya jenis gangguan tumbuh kembang anak yang kemungkinan terjadi kepada siapa pun. Gangguan-gangguan tersebut ada faktor penyebabnya dan ada cara penanggulangannya, kecuali memang sudah menjadi keturunan. Walaupun begitu, tetap upayakan mencari solusi terbaik jika memang kita menemukan gangguan tersebut pada anak.

Tindakan deteksi dini tumbuh kembang anak ini sangat penting dan harus dikonsultasikan kepada ahlinya. Jangan bertindak sendiri jika memang tidak paham. Sebagai orangtua, kita harus melakukan tindakan terbaik bagi anak. Berikan penguatan dan stimulasi yang cukup sehingga anak akan terus berkembang dan tumbuh dengan baik. Selain itu, karena anak belum mampu menyampaikan apa yang dirasakan, kita lah yang harus peka terhadap sinyal-sinyal yang anak tunjukan.


0 komentar:

Posting Komentar