Sabtu, 11 November 2017

Kehadiran Sistem Gerbang Tol Online Diantara PT Jasa Marga dan Bank Indonesia

Guwords - Apabila selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan lamanya antri di jalan tol, seringnya mendapat uang palsu atau kurangnya uang kembalian saat transaksi di jalan tol maka hari ini hal serupa tidak akan dialami lagi. Sudah ada kartu e-toll yang siap memfasilitasi kemudahan bertransaksi di jalan tol.

Seiring kemudahan yang dibawa kartu ini, ternyata ada permasalahan di balik munculnya kebijakan baru tentang GTO yang bahkan sampai kini masih menjadi masalah pelik. Permasalahannya bukan secara fisik atau terlihat, melainkan secara teknis.


Tepatnya, permasalahannya adalah kesalahan persepsi masyarakat tentang pencetus sistem Gerbang Tol Online. Kini sistem tersebut sedang booming dan menjadi trending topic di mana-mana. Oleh karena itu hal ini harus segera diluruskan agar masyarakat tidak lagi memiliki kekeliruan persepsi terkait pemrakarsa GTO tersebut.

Minimnya sosialisasi menjadi salah satu penyebab kesalahan persepsi yang saat ini ‘hidup’ di masyarakat. Persepsi masyarakat yang ada ini jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadi masalah yang besar. Berikut adalah beberapa kesalahan persepsi dan pelurusannya : 

Sistem Gerbang Tol Online bukan dicetuskan dan dibuat atau dirancang oleh PT Jasa Marga
Melainkan bahwa Gerbang Tol Online ini dibuat oleh Bank Indonesia. PT Jasa Marga tidak tahu menahu tentang adanya kebijakan baru di gerbang tol ini. Sebagai operator jalan tol, PT Jasa Marga hanyalah pelaksana saja. Mengikuti aturan yang ada. 

Gerbang Tol Online tidak diresmikan oleh PT Jasa Marga. 
Bank Indonesia lah yang meresmikannya dengan menentukan tanggal pemberlakuannya, yakni tanggal 31 Oktober 2017. 

Adanya kebijakan Gerbang Tol Online ini adalah untuk menyukseskan program GNNT yang diselenggarakan oleh BI. 
Program GNNT ini adalah program Gerakan Nasional Non Tunai, di mana penggunaan e-money lebih diutamakan. Untum itulah penggunaan kartu e-toll ini dijadikan alat utama dalam perealisasian sistem Gerbang Tol Online.

PT Jasa Marga adalah salah satu dari vendor operator jalan tol di Indonesia. 
PT Jasa Marga hanya sebagai pelaksana. Karena bank Indonesia menyerukan pengaplikasian kartu elektronik di gerbang jalan tol dan harus dilaksanakan oleh semua operator jalan tol yang tergabung dalam BUJT atau Badan Usaha Jalan Tol. 

Tidak ada keuntungan sedikit pun yang dirasakan atau dinikmati oleh PT Jasa Marga. 
Karena memang bukan PT Jasa Marga yang berada dibalik pengukuhan Gerbang Tol Online ini. Keuntungannya akan dirasakan langsung oleh BI karena program GNNT-nya terdukung. 

Permasalahan tentang Gerbang Tol Online dibalik peran PT Jasa Marga dan Bank Indonesia ini sudah harus diluruskan. Setelah tahu kebenarannya, bahwa PT Jasa Marga hanyalah pelaksana, maka akan lebih lurus lagi informasi tentang kartu e-toll yang simpang siur.

0 komentar:

Posting Komentar