Selasa, 22 Mei 2018

Riau Andalan Pulp & Paper Menumbuhkan Kesadaran Kebakaran Sejak Dini

Guwords - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan anak perusahaan dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) bersiaga penuh menghadapi antisipasi kebakaran lahan seiring dimulainya musim kemarau di Sumatera. Perusahaan yang memproduksi pulp dan kertas ini, menyiapkan brigade kebakaran yang sangat terlatih dan melakukan monitoring rutin melalui satelit untuk pencegahan kebakaran lahan. Jika tidak segera diantisipasi akan berakibat bencana kabut asap. Dan jikalau tidak ada hujan dalam lima hari, maka kebakaran lahan bisa saja terjadi ditambah dengan cuaca diperkirakan kering hingga pertengahan bulan Maret. Maraknya pembakaran ilegal dengan sedikitnya curah hujan di Sumatera sejak akhir Januari lalu berpotensi menyebabkan kebakaran lahan.  

PT RAPP melaporkan telah terjadi kebakaran lahan di luar konsesi perusahaan telah mencapai lebih dari 320 hektar. Pengoptimalisasian bantuan melalui heli, truk pemadam kebakaran serta patroli airboat yang dapat dilakukan di darat maupun di air. Perusahaan juga menggunakan peralatan penanggulangan kebakaran seperti Waterous Floto HP kit dan Wildfire Mark-3 kit. 

Foto : asiapulppaper.com

Selain itu juga PT RAPP melakukan pendekatan yang proaktif dengan mengintegrasikan teknologi pengelolaan hutan lestari dengan sistem deteksi dini dalam manajemen pencegahan kebakaran. Mereka juga melakukan pelatihan terhadap masyarakat sekitar daerah konsesi yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api MPA untuk menumbuhkan kesadaran kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar. Selain itu juga, masyarakat diajarkan bagaimana mendeteksi sedini mungkin adanya titik api yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran hutan dan bagaimana merespon serta melakukan reaksi cepat untuk pemadamannya. 

Mitigasi penanggulangan bahaya kebakaran, tambahnya, penting dan perlu untuk disosialisasikan kepada MPA. Sampai saat ini mereka telah melakukan patroli melalui udara, air dan darat setiap hari. Pengoptimalisasian bantuan melalui heli, truk pemadam kebakaran serta patroli airboat yang dapat dilakukan di darat maupun di air. 

Kebakaran hutan dapat menimbulkan kerugian yang yang sangat besar. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat tetap wasapada meski saat ini Indonesia sedang mengalami musim penghujan. Perusahaan kehutanan dan perkebunan yang memanfaatkan sumberdaya lahan dianjurkan uga agar melengkapi sarana dan prasaranan pengendalian kebakaran hutan yang memadai. Selain itu juga, Kementerian Kehutanan menetapkan batas toleransi sebanyak 19.316 hot spot pada tahun 2014 untuk menekan kebakaran hutan dan lahan. Kemenhut memiliki target untuk mengurangi hot spot sebanyak 20 persen per tahun dibandingkan jumlah rata-rata titik api pada tahun 2005-2009 yang sebanyak 58.890 titik. 

Tahun lalu, berdasarkan pantauan satelit NOAA18, jumlah hot spot yang muncul di wilayah Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi sebanyak 19.353 titik. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2013 sempat ikut memanaskan hubungan Indonesia dan negara tetangga yang terkena dampak asap kebakaran. Lewat cara itu lah Riau Andalan Pulp & Paper mampu menumbuhkan kesadaran terhadap kebakaran sejak dini.

0 komentar:

Posting Komentar